Membuat Stopwatch Dengan Mudah Menggunakan Arduino Uno

ROBOTIC-ID.ORG - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan tutorial bagaimana cara Membuat Stopwatch Dengan Mudah Menggunakan Arduino Uno. Stelah kemarin Membuat Jam Dan Tanggal Digital Menggunakan Arduino Dengan Mudah. Pada projek ini saya cuman iseng-iseng dari pada ngelamun nungguin ujan reda sama teman yang sedang fokus mengerjakan tugas akhirnya. Ada baiknya saya berbagi sedikit ilmu yang saya punya. Sayang juga rasanya kalau tidak berbagi. Lagian berbagi ilmu itu selain menyenangkan yang pasti saya bisa sekaligus membuat catatan yang mungkin bisa bermanfaat bagi semua orang yang baru mau belajar mikrokontroler menggunakan Arduino.

Baiklah sudah cukup basa basinya, saya lanjut ke topik yang akan kita bahas pada malam ini. Sebelumnya siapkan terlenih dahulu peralatan yang dibutuhkan dalam membuat projek ini. Untuk komponennya lihat dibawah sini:
  1. Arduino
  2. LCD 1602
  3. Kabel Jumper
  4. Push Button 2 Biji
  5. Breadboard
  6. Kabel USB A-B Konektor
  7. Komputer Atau Laptop
Setelah komponen-komponen yang diperlukan sudah terpenuhi, selanjutnya ke tahap pembuatan. Hubungkan arduino dengan LCD menggunakan kabel jumper seperti biasanya kalian lakukan. Untuk inisialisasi pin nya kalian lihat pada kodingnya. Jika kalian menggunakan LCD Keypad Shield, tinggal di tancapkan saja. Selanjutnya memasang dua buah Push Button pada Breadboard. Kemudaian hubungkan Arduino kamu ke komputer atau laptopmu menggunakan kabel USB konektor A-B.

Silahkan masukan koding dibawah ini yang telah saya siapkan. Sebelumnya download dulu IDE Arduino-nya jika belum punya disini. Jika sudah terinstal pada komputer atau lapto nya. Kamu buka file yang telah kalian download terlebih dahulu. Kemudian upload-lah koding tersebut ke arduino. Jika berhasil kamu akan melihat hasilnya pada LCD. Jika tidak tampil mungkin ada yang tertinggal atau salah pasang kabel. Cobalah pasang dengan teliti. Koding programnya bisa di comot disini

Jika ada pertanyaan silahkan tinggal kan pesan di kolom komentar postingan ini. 

Membuat Stopwatch Dengan Mudah Menggunakan Arduino Uno
Membuat Stopwatch Dengan Mudah Menggunakan Arduino Uno
Selamat mencoba


Membuat Jam Dan Tanggal Digital Menggunakan Arduino Dengan Mudah

ROBOTIC-ID.ORG - Postingan kali ini Robotic-id akan membuat projek sederhana, yaitu Membuat Jam Dan Tanggal Digital Menggunakan Arduino Dengan Mudah. Projek ini dibikin untuk memenuhi tantangan dari tetangga kamar sebelah. Karena dia penasara apa yang saya kerjakan setiap malam. Bergelut dengan mikrokontroler, kabel, sensor, solder dan lain-lain. Setiap hari ada saja projek yang saya coba kerjakan mulai dari yang sederhana hingga yang tingkat kesulitan menengah. Tidak semua projek itu saya posting karena ada beberapa alasan. Diantaranya, saya membantu membuatkan projek untuk teman saya demi kebutuhan tugas akhir. Kedua, waktu yang kurang memadai, soalnya dari pagi hingga sore saya kerja di salah satu kantor pemerintahan yang ada di Bandung.

Membuat Jam Dan Tanggal Digital Menggunakan Arduino Dengan Mudah
Hasil Jadinya

Jujur saja di dunia mikrokontroler ini. Saya tertarik untuk mempelajari ini karena ilmu ini mudah didapat dan mudah dipelajari. Cukup modal niat mau belajar dan punya komputer dan koneksi, saya bisa mempelajari sedikit demi sedikit. Baiklah tidak usah curhat panjang lebar lagi, saoalnya saya sudah ngantuk dan besok harus bangun pagi-pagi untuk pergi bekerja.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan jam dan tanggal digital menggunakan arduino ini adalah sebagai berikut :
  1. Arduino
  2. LCD 1602
  3. USB untuk arduino
  4. Kabel jumper
  5. Potensio
  6. Breadboard / ProjekBoard
  7. Ide Arduino, Jika belum punya bsa download di website resminya Arduino
  8. Komputer atau Laptop
Sebelumnya saya pengen ngasih tau kalau jam dan tangga yang di buat ini tidak permanen, jadi jika batrai atau daya di cabut maka jam dan tanggal kembali kesemula. Beda halnya menggunakan hardware tambahan RTC (Real Time Clock).

LCD Arduino
LCD Arduino

Untuk Kodingnya kamu bisa download disini.

Selamat mencoba, Jika ada link yang rusak bisa tinggal kasih tau saya dengan meninggalkan komentar di bawah sini. Bila ada pertanyaan boleh juga meninggalkan komentar di bawah ini asala sesuai topik ya :D

Membuat Alat Pengukur Jarak Dengan HC-SR04 Dengan Mudah dan Codingnya

ROBOTIC-ID.ORG - Selamat malam semua, kali ini masih mau posting masalah sensor jarak menggunakan HC-SR04. Kenapa saya bikin projek yang pernah dibikin di posting ulang? karena saya penasaran dengan sensor ini dan baru juga menggunakannya. Maklum saya masih amatiran banget. Selain itu saya mau berbagi tutorialnya juga secara cuma-cuma. Jadi kalian bisa pilih mau pake tutorial yang kalian suka yang ada pada blog robotic-id.org

Alat Pengukur Jarak Dengan HC-SR04
Alat Pengukur Jarak Dengan HC-SR04

Beberapa hari yang lalu saya baru membeli sensor HC-SR04 ini secara online, karena kalau beli di tempat saya harganya mahal jika di bandingkan dengan beli online di Bukalapak harganya lebih murah. Jadi kalau saya beli di tempat saya sekarang harganya 55.000 per unitnya sedangkan kalau beli online dengan uang 55.000 dapat 2 unit dan itu sudah termasuk biaya kirim lho. Sebagian besar komponen yang saya punya rata-rata saya beli online.

Jujur saya sebenarnya tidak komunikatif dalam memberikan atau menyampaikan ide yang saya punya kepada orang. Jadi mohon dimaklum ya. :D

Baiklah kita lansung ke topik pembahasan saya yang akan saya utarakan di blog ini. Apa saja yang di butuh kan untuk Membuat Alat Pengukur Jarak Dengan HC-SR04 Dengan Mudah ini?

Komponen yang digunakan adalah:
  1. Arduino Uno R3
  2. Sensor Ultrasonik HC-SR04
  3. LCD 1602 keypad shield
  4. Kabel Jumper
  5. USB untuk arduinonya
Lihat Tabel di bawah ini untuk menghubungkan Sensor HC-SR04 dengan Arduino :


HC-SR04
Arduino
VCC
5v
ECHO
3
TRIG
2
GND
GND

Jika sudah terhubung dengan baik mari kita upload koding dibawah ini atau kalian bisa mencomotnya disini.

#include <LiquidCrystal.h>

const int pingPin = 3;
LiquidCrystal lcd(8, 13, 9, 4, 5, 6, 7 );

void setup() {
  
  lcd.begin(16,2);
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("robotic-id.org");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("Pengukur Jarak");
  delay(4000);
}

void loop()
{

  long duration, inches, cm;

  pinMode(pingPin, OUTPUT);
  digitalWrite(pingPin, LOW);
  delayMicroseconds(2);
  digitalWrite(pingPin, HIGH);
  delayMicroseconds(5);
  digitalWrite(pingPin, LOW);

  // The same pin is used to read the signal from the PING))): a HIGH
  // pulse whose duration is the time (in microseconds) from the sending
  // of the ping to the reception of its echo off of an object.
  pinMode(pingPin, INPUT);
  duration = pulseIn(pingPin, HIGH);

  // convert the time into a distance
  inches = microsecondsToInches(duration);
  cm = microsecondsToCentimeters(duration);
  
  lcd.clear();
  lcd.setCursor(0,0);
  lcd.print("= Jarak: ");
  lcd.print(cm);
  lcd.print("CM =");
  lcd.setCursor(0,1);
  lcd.print("ROBOTIC-ID.ORG");

  delay(200);
  
 }

long microsecondsToInches(long microseconds)
{
  
  return microseconds / 74 / 2;
}

long microsecondsToCentimeters(long microseconds)
{
  
  return microseconds / 29 / 2;
}



Ada baiknya kamu mengentik ulang kodingya, karena kalau kalian copas biasanya ada karakter-karakter tambahan dari blog yang ikut terbawa yang membuat codingnya tidak bekerja dengan baik. Jika ada link download yang mati atau broken link harap beri tahu saya dengan meninggalkan komentar di bawah ini. Agar saya dapat melakukan perbaikan link download tersebut. Untuk video tutorialnya ditunggu saja ya.

Terimakasih,

Referensi Sensor Suhu Atau Temperatur Pada Umumnya

ROBOTIC-ID.ORG - Sensor Suhu merupakan alat atau komponen yang berguna untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik sehingga dengan mudah dapat di analisis besarannya. Ada 2 jenis material yang digunakan dalam sensor suhu ini. Diantaranya menggunakan bahan logam dan menggunakan bahan Semikonduktor. Dalam membuat sensor ini ada beberapa metode yang digunakan diantaranya menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai dengan suhu.

Sensor suhu yang menggunakan bahan dasar logam,semakin tinggi suhu maka nilai resistansinya akan semakin besar pula. Hal ini karena bahan logam dapat dikatakan sebagai muatan positif yang berada dalam elektron yang bergerak bebas. Jika suhu semakin tinggi,maka elektron-elektron akan bergerak semakin besar beriringan dengan naiknya suhu. Sehingga gerakan elektron akan terhambat yang menyebabkan nilai hambatan dari logam tersebut bertambah.

Sedangkan sensor suhu yang berbahan semikonduktor merupakan kebalikan dari yang berbahan logam dimana semakin besar suhu maka nilai hambatan akan menurun. Ini dikarenakan pada suhu yang semakin tinggi elektron-elektron bergerak bebas yang menyebabkan nilai hambatan tersebut berkurang.

Ada 4 macam sensor suhu yang umum digunakan diantaranya, yaitu Thermocouple, RTD (Resistance Temperatur Detectors), Thermistor dan LM35.

  • Thermocouple

Thermocouple adalah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). Thermocouple yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 °C.

Thermocouple
Thermocouple 
Termokopel dibangun berdasarkan Asas Seeback dimana bila dua jenis logam yang berlainan disambungkan ini akan menjadi rangkaian tertutup sehingga perbedaan temperature pada sambungan akan menimbulkan beda potensial listrik pada kedua logam tersebut, selanjutnya akan dibaca oleh alat ukur temperatur (Fraden, 2003).

  • RTD (Resistance Temperatur Detectors)
Sensor ini mempunyai hambatan listrik yang sebanding sengan perubahan suhu. Semakin tinggi suhu, semakin besar pula hambatan listriknya. Resistance Temperatur Detectors adalah sensor suhu yang terbuat dari kumparan kawat platinum pada papan pembentuk isolator.

RTD (Resistance Temperatur Detectors)



Detektor Temperatur Tahanan adalah sebuah alat yang digunakan untuk menentukan nilai atau besaran suatu temperatur/suhu dengan menggunakan elemen sensitif dari kawat platina, tembaga, atau nikel murni, yang memberikan nilai tahanan yang terbatas untuk masing-masing temperatur di dalam kisaran suhunya. Semakin panas benda tersebut, semakin besar atau semakin tinggi nilai tahanan listriknya, begitu juga sebaliknya. PT100 merupakan tipe RTD yang paling populer yang digunakan di industri.
  • Thermistor 
Thermistor adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu. Prinsip dasar dari termistor adalah perubahan nilai tahanan (atau hambatan atau werstan atau resistance) jika suhu atau temperatur yang mengenai termistor ini berubah. Termistor ini merupakan gabungan antara kata termo (suhu) dan resistor (alat pengukur tahanan).

Thermistor
Thermistor 
Termistor ditemukan oleh Samuel Ruben pada tahun 1930, dan mendapat hak paten di Amerika Serikat dengan nomor #2.021.491. Ada dua macam termistor secara umum: Posistor atau PTC (Positive Temperature Coefficient), dan NTC (Negative Temperature Coefficient). Nilai tahanan pada PTC akan naik jika perubahan suhunya naik, sementara sifat NTC justru kebalikannya.
  • LM35
LM35 berfungsi mengubah suhu menjadi tegangan terntentu yang sesuai dengan perubahan suhu. Alat ini paling dikenal karen mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, selain itu harganya pun cukup terjangkau. Alat ini sering di gunakan sebagai monitoring ruang laboratorium.

LM35

Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam penelitian ini berupa komponen elektronika elektronika yang diproduksi oleh National Semiconductor. LM35 memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibandingkan dengan sensor suhu yang lain, LM35 juga mempunyai keluaran impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi sehingga dapat dengan mudah dihubungkan dengan rangkaian kendali khusus serta tidak memerlukan penyetelan lanjutan.

Semoga Bermanfaat..

Monitoring Jarak Suatu Benda Dengan Sensor HC-SR04 Dan Arduino Uno

Selamat malam semua, pada kali ini saya ingin menambangkan projek yang sebelumnya Membuat Pengukur Jarak Dengan Menggunakan Sensor HC-SR04 Dan Arduino. Demi memenuhi permintaan salah seorang teman di kostan ini. Saya mencoba untuk mengganti hasil atau output-nya dari serial monitor dengan menampilkannya di LCD 1602. 

Baiklah, sudah dulu basa-basinya kita kembali lagi ke ROBOTIC-ID.ORG. Sebelumnya siapkan dulu sesajen untuk membuat projek ini. diantaranya kopi manis segelas, gorengan atau cemilan lainnya. Di luar itu semua kamu persiapkan juga sebuah Arduino Boardnya, LCD 1601, Sensor HC-SR04 dan Beberapa kabel jumper.

Kenapa disetiap projek yang saya kerjakan selalu menggunakan LCD Shield Keypad?

Alasannya biar teman-teman yang mau mencoba membuatnya dirumah masing-masing mudah untuk melakukan mengenali setiap pin nya. Selain itu saya menggunakan alat-alat yang memang saya punya.

Langkah pengerjaan diataranya,menancapkan LCD Shieldnya ke Arduino. Kemudian hubungkan sensor jarak dengan LCD Shiel yang sudah tertancap dengan Arduinonya. Lihat tabel dibawah ini.

HC-SR04
LCD Shield+Arduino
VCC
5V
Trig
12
Echo
11
GND
GND
Jika sudah selesai terpasang semua. mari kita coba memasukan programnya kedalam Arduino Boardnya. Lihat koding dibawah ini dan kamu bisa mendownloadnya disini

Sensor Jarak LCD
Sensor Jarak LCD
koding programnya :


#include <LiquidCrystal.h>

const int pingPin = 3;
LiquidCrystal lcd(8, 13, 9, 4, 5, 6, 7 );

void setup() {

lcd.begin(16,2);
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("robotic-id.org");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("Pengukur Jarak");
delay(4000);
}
void loop()
{
long duration, inches, cm;
pinMode(pingPin, OUTPUT);
digitalWrite(pingPin, LOW);
delayMicroseconds(2);
digitalWrite(pingPin, HIGH);
delayMicroseconds(5);
digitalWrite(pingPin, LOW);

pinMode(pingPin, INPUT);
duration = pulseIn(pingPin, HIGH);
// convert the time into a distance
inches = microsecondsToInches(duration);
cm = microsecondsToCentimeters(duration);

lcd.clear();
lcd.setCursor(0,0);
lcd.print("= Jarak: ");
lcd.print(cm);
lcd.print("CM =");
lcd.setCursor(0,1);
lcd.print("ROBOTIC-ID.ORG");
delay(200);
}
long microsecondsToInches(long microseconds)
{
return microseconds / 74 / 2;
}
long microsecondsToCentimeters(long microseconds)
{
return microseconds / 29 / 2;
}

Jika sudah terpasang dengan baik masing-masing komponen, selanjutnya masukan koding diatas. jika terupload dengan baik maka hasilnya akan seperti ini

Monitoring Jarak Suatu Benda Dengan Sensor HC-SR04 Dan Arduino Uno
Monitoring Jarak Suatu Benda Dengan Sensor HC-SR04 Dan Arduino Uno
Selamat mencoba.

Membuat Pengukur Jarak Dengan Menggunakan Sensor HC-SR04 Dan Arduino

ROBOTIC-ID.ORG - Sebelum melanjutkan proyek kali ini, mari kita mengenal Sensor HC-SR04 terlebih dahulu. Sensor HC-SR04 merupakan sensor pengukur jarak yang populer yang cukup mudah digunakan dan harganya relatif murah.

Cara kerja Sensor HC-SR04 adalah sebagai berikut : 

Sensor ini merupakan tranceiver, yang bertindak sebagai pengirim sekaligus sebagai penerima. Cara kerjanya sangat mirip dengan kelelawar yakni dengan mengeluarkan sinyal ultrasonik lalu setelah terpantul benda didepannya, sinyal tersebut akan diterima kelelawar untuk menentukan jarak antara kelelawar dengan benda didepannya. 

Baca Juga Artikel Ini : 

Baiklah sudah cukup kayaknya kenalannya. Di sini kita membutuhkan beberapa koponen diantaranya adalah sebagai berikut : 

  1. Arduino Uno 
  2. HC-SR04 
  3. Breadboard 
  4. Kabel Jumper Seperlunyanya Aja 

Interface antara sensor HC-SR04 dengan Arduino
HC-SR04
Arduino Uno
VCC
5V
Trig
8
Echo
9
GND
GND

Untuk Penampakannya seperti ini :

Skematik HC-SR04 dan Arduino
Skematik HC-SR04 dan Arduino

Nah untuk kodingnya bisa lihat dibawah sini atau bisa mendownloadnya dibawah ini :

#include "Ultrasonic.h"

Ultrasonic ultrasonic(8,9);

void setup() {
Serial.begin(9600);
}

void loop()
{
  
  Serial.println(ultrasonic.Ranging(CM));
  Serial.println("cm");
    delay(100);
}


atau temen temen bisa download disini.

Kalau berhasil, kalian akan melihat hasilnya seperti ini :

Serial Monitor  HC-SR04
Serial Monitor  HC-SR04
Happy Coding dan Salam Robotic

Apa itu Mikrokontroller ?

Dalam diskusi sehari-hari dan di forum internet, mikrokontroller sering dikenal dengan sebut µC, uC, atau MCU. Terjemahan bebas dari pengertian tersebut, bisa dikatakan bahwa mikrokontroller adalah komputer yang berukuran mikro dalam satu chip IC (integrated circuit) yang terdiri dari processor, memory, dan antarmuka yang bisa diprogram. Jadi disebut komputer mikro karena dalam IC atau chip mikrokontroller terdiri dari CPU, memory, dan I/O yang bisa kita kontrol dengan memprogramnya. I/O juga sering disebut dengan GPIO (General Purpose Input Output Pins) yang berarti : pin yang bisa kita program sebagai input atau output sesuai kebutuhan.
Board Arduino Uno
Gambar : Board Arduino Uno 
 Board Arduino terdiri dari hardware / modul mikrokontroller yang siap pakai dan software IDE yang digunakan untuk memprogram sehingga kita bisa belajar dengan mudah. Kelebihan dari Arduino yaitu kita tidak direpotkan dengan rangkaian minimum sistem dan programmer karena sudah built in dalam satu board. Oleh sebab itu kita bisa fokus ke pengembangan sistem.
Project board dan Kabel Jumper
Project board dan Kabel Jumper 
Untuk praktek, kita akan menggunakan project board (ada yang menyebutnya dengan istilah bread board) dan beberapa kabel jumper untuk menghubungkan antara komponen dan Arduino. Dengan project board kita tidak perlu menyolder rangkaian sehingga relatif mudah dan cepat dalam merangkai. Project board memungkinkan kita untuk membangun dan membongkar rangkaian dengan cepat sehingga sangat cocok untuk eksperimen. Tapi jika kita ingin membuat rangkaian yang permanen, maka kita harus menggunakan PCB.
Peta jalur pada project board
Peta jalur pada project board 
Yang terpenting adalah, kita harus memahami jalur-jalur pada project board. Project board terdiri dari jalur vertikal dan jalur horisontal. Jalur vertikal ada di bagian tengah yang terdiri dari 2 x 64 jalur. Masing-masing jalur terdiri dari 5 titik vertikal, misal jalur 1A-1B-1C1D-1E dan jalur 1F-1G-1H-1I-1J yang kedua tidak saling tersambung. Jalur horisontal sebanyak 8 jalur, 4 jalur ada di bagian atas dan 4 jalur lagi di bagian bawah. Jalur ini bisa digunakan untuk power supply (VCC dan GND) untuk rangkaian. Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan Gambar. Garis merah menunjukkan bahwa lubang tersebut terhubung secara fisik.

Sumber : www.elangsakti.com

Cara Kerja Sensor Ultrasonik


Cara-Kerja-Sensor-Ultrasonic


 Pada sensor ultrasonik, gelombang ultrasonik dibangkitkan melalui sebuah alat yang disebut dengan piezoelektrik dengan frekuensi tertentu. Piezoelektrik ini akan menghasilkan gelombang ultrasonik (umumnya berfrekuensi 40kHz) ketika sebuah osilator diterapkan pada benda tersebut. Secara umum, alat ini akan menembakkan gelombang ultrasonik menuju suatu area atau suatu target. Setelah gelombang menyentuh permukaan target, maka target akan memantulkan kembali gelombang tersebut. Gelombang pantulan dari target akan ditangkap oleh sensor, kemudian sensor menghitung selisih antara waktu pengiriman gelombang dan waktu gelombang pantul diterima.

Karena kecepatan bunyi adalah 340 m/s, maka rumus untuk mencari jarak berdasarkan ultrasonik adalah : 


Dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver.


Dimana S merupakan jarak antara sensor ultrasonik dengan benda (bidang pantul), dan t adalah selisih antara waktu pemancaran gelombang oleh transmitter dan waktu ketika gelombang pantul diterima receiver. 


HC-SR04 merupakan sensor ultrasonik siap pakai, satu alat yang berfungsi sebagai pengirim, penerima, dan pengontrol gelombang ultrasonik. Alat ini bisa digunakan untuk mengukur jarak benda dari 2cm - 4m dengan akurasi 3mm. Dengan demikian, untuk menghitung jarak yang hanya maksimal 4 m maka rumus di atas harus dimodifikasi atau disesuaikan satuannya. Mikrokontroller bisa bekerja pada order mikrosekon (1s = 1.000.000 µs) dan satuan jarak bisa kita ubah ke satuan cm (1m = 100 cm). Oleh sebab itu, rumus di atas bisa diupdate menjadi:



Alat ini memiliki 4 pin, pin Vcc, Gnd, Trigger, dan Echo. Pin Vcc untuk listrik positif dan Gnd untuk ground-nya. Pin Trigger untuk trigger keluarnya sinyal dari sensor dan pin Echo untuk menangkap sinyal pantul dari benda.

Cara menggunakan alat ini yaitu: 

  1. Ketika kita memberikan tegangan positif pada pin Trigger selama 10µS, maka sensor akan mengirimkan 8 step sinyal ultrasonik dengan frekuensi 40kHz.
  2. Selanjutnya, sinyal akan diterima pada pin Echo - Untuk mengukur jarak benda yang memantulkan sinyal tersebut, selisih waktu ketika mengirim dan menerima sinyal digunakan untuk menentukan jarak benda tersebut.
  3. Rumus untuk menghitung jaraknya adalah S = (0.034 *t) /2 cm.
Berikut adalah visualisasi dari sinyal yang dikirimkan oleh sensor HC-SR04


Sumber : www.elangsakti.com

Robot Asimo Sekarang Lebih Cerdas dan Cepat


Honda telah meluncurkan versi baru dari Asimo, robot yang diharapkan menjadi penolong utama di rumah tangga. Dia sekarang bisa mendorong troli minuman, membuka termos, dan menuang segelas jus.

Robot berukuran anak-anak itu juga bisa melompat, meloncat dengan satu kaki, dan membawa nampan minuman.

Saat hadir pada konferensi pers di Jepang, Asimo, atau Advanced Stop in Innovative Mobility, menunjukkan kemampuannya menendang bola. Setiap gol yang dicetak diikuti dengan lambaian kemenangan.

Tangan yang semakin baik memungkinkan Asimo, bintang iklan TV Honda, menggerakkan jari dan mengeja namanya dalam bahasa isyarat.

Dia juga berbakat main musik. Tiga tahun lalu, dalam versi sebelumnya, dia memimpin Detroit Symphony Orchestra dengan sempurna.

Dalam penampilan kemarin, ia mampu berjalan tanpa terjatuh melewati gundukan empuk sepanjang 0,8 inci di lantai.

Jari-jari kaki yang lebih baik telah meningkatkan kecepatan berlari menjadi 5.6mph meski langkahnya masih agak lucu.

Tinggi badannya tetap 4 kaki (sekitar 1,2 meter), agar tidak membuatnya tampak menakutkan. Tinggi seorang anak 12 tahun itu cocok untuk melakukan tugas-tugas seperti mengoperasikan sakelar lampu, membuka pintu, dan bekerja di meja.

Versi Asimo sebelumnya membutuhkan seorang teknisi manusia berada di sekitarnya setiap saat. Dia sekarang bisa beroperasi secara independen di sebagian waktu dan diharapkan akan meningkat dengan kemajuan teknologi.

Sekitar 20 robot sudah bekerja di rumah sakit Jepang dan diharapkan mereka cocok digunakan secara luas dalam waktu lima tahun mendatang.

Tujuannya, kata juru bicara Honda, adalah untuk mengembangkan sebuah robot yang dapat membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Membuat Alat Monitoring Suhu Dengan Arduino Uno,Sensor LM35 Dan LCD Keypad Shield

Sudah lama rasanya gak bagi ilmu bagi para pembaca blog robot-antik.blogspot.com ini. Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial Membuat Alat Monitoring Suhu Dengan Arduino Uno,Sensor LM35 dan LCD Shild.

Sebelumnya kamu siapkan terlebih dahulu bahan-bahannya baik berupa software ataupun hardwarenya.

Untuk hardware diantaranya adalah :
  1. Arduino Uno
  2. Sensor LM35 
  3. LCD Keypad Shield 1602 – Biar kalian gak susah-susah menyolder apalagi kalau gak bisa nyolde.hehe
  4. Buzzer atau Speaker
  5. Kabel jumper 
  6. UBS Serial AB 
  7. Komputer atau Laptop

Untuk softwarenya diantaranya adalah:
  1. IDE Arduino nya. Jika belum punya kalian bisa comot dari website resminya disini.
  2. Jika mau mencoba software Arduino Studio bisa di coba disini.

Jika bahan itu sudah terpenuhi, ada baiknya kamu siapkan senjata mu juga seperti Susu hangat atau kopi dan cemilan lainnya biar gak celenok (sunda).

Tahapannya sebagai berikut

Arduino dan 1602 LCD Keypad Shield

Hubungkan Arduino dan 1602 LCD Keypad Shield menjadi satu kesatuan seperti gambar dibawa ini. Kenapa saya menggunakan 1602 LCD Keypad Shield? Alasannya karen memudahkan teman-teman saya yang mau belajar membuat termometer digital menggunakan Arduino agar kamu tidak perlu repot harus menyolder setiap pinya. Tapi bagi yang sudah mahir bisa menggunakan LCD 16x2 biasa.


Sensor Suhu LM35 dan Kabel Jumper

Pada simulasi ini saya tidak menggunakan solder untuk menghubungkan sensor suhu LM35 dengan kabel jumper. Cukup menggunakan kabel jumper male-male,karena pada ujung kabel jumper terdapat lobang yang bisa kita gunakan untuk menyelipkan kaki kaki sensor suhu tersebut. Disini saya menggunakan kabel jumper 3 helai. Ketiga helai kabel jumper tersebut akan berfungsi sebagai Grounding (GND), Daya (5V) dan PIN Analog (A0-A5).



Buzzer dan Kabel Jumper

Buzzer ini di hubungkan dengan dua buah kabel jumper yang berbeda. Pada salah satu kaki Buzzer terdapat tanda positif dan grounding.


Hubungkan Keseluruhan Komponen

Jika LCD Keypad Shield sudah terpasang dengan benar, selanjurnya adalah menghubungkan sensor LM35 yang sudah di beri kabel jumper tadi ke pin yang terdapat pada LCD Keypad Shield. Lihat diatas, saya menggunakan 3 buah warna yaitu Abu-Abu, Oren dan Kuning. Hubungkan jumper warna Abu-Abu ke pin 5V, jumper warna oren ke pin Analog A1 dan Jumper warna Kuning ke pin GND (Grounding). Selanjutnya hubungkan buzzer yang sudah di beri kabel jumper tadi.



Berdasarkan gambar diatas saya menggunakan 2 buah jumber bewarna hijau dan putih. Nah jumper yang berwarna putih ini positif dan yang warna hijau GND. Jumper warna hijau hubungkan pada pin GND yang terdapat pada LCD Keyboard Shield dan yang kabel hijau hubungkan pada pin 13 pada digital pin. 
Pada bagian terakhir yaitu memasukan coding dari program monitoring suhunya. Hubungkan kabel USB bawaan Arduinonya ke komputer. Disini saya sudah menyiapkannya untuk kamu yang mau mencobanya. Jika kalian ingin mengembangkan atau memodifikasi logika dari program ini silahkan dan kalian bisa share juga dibawa ini program hasil modifikasi kamu.

Kamu bisa download kodingnya disini
Jika mau download halaman ini dalam bentuk dokumen silahkan masuk kesini