Membuat Proyek Melodi Dengan Arduino Dengan Mudah

Pada kesempatan kali ini di mana kita akan melakukan simulasi dan praktik bagaimana menggunakan kode/fungsi tone Arduino untuk memainkan musik atau melodi. Arduino mempunyai kemampuan untuk memainkan not-not sebuah melodi bila pin arduino bila dihubungkan dengan speaker ataupun buzzer. Sebagai contoh disini saya akan memberikan contoh lagu "Happy Birthday".

Lansung saja pada persiapannya, untuk melakukan percobaan ini mari kita sediakan dahulu peralatannya seperti yang terntera pada gambar di bawah ini.

Perlengkapan Yang Dibutuhkan
Ikuti langkah langkah berikut ini dengan teliti demi mengurangi kesalahan :

1. Hubungkan kabel speaker ke salah satu pin pada Arduino, disini saya menghubungkannya pada pin 8 dan kabel satu nya lagi di hubungkan pada pin Ground, Sesuai dengan.

2.  Setelah terpasang dengan baik,colokan kabel USB yang terhubung dengan papan Arduino ke komputer atau Laptop.

3. Selanjutnya, jalankan software IDE Arduino dan ketikan kode program proyek Play Melodi pada tempat penulisan sketch.
Penampakan Sederhana Scetch Melodi

4. Klik icon Upload pada toolbar, untuk mengupload sketch ke papan Arduino. Dengarkan suara speaker.. Dan selamat Proyek Anda Berhasil..

Untuk kode programnya tinggal download disini kakak

.::Selamat Mencoba ::.



Praktik Proyek Membuat Blink Tiga LED Dengan Arduino

Robot Antik - Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu yang saya dapat kepada teman teman Roboter semua untuk belajar tekhnik sederhana. Maka dari itu saya akan membeberkan bagaimana cara membuat Proyek Blink Tiga LED dengan Arduino. Tidak lama lama berbasa basi yah, lansung aja kita ke pada intinya kalau kata bahasa gaulnya itu "To The Point". 

Sebelumnya anda perlu menyediakan perlengkapan atau komponen komponen yang di butuh kan untuk membuat proyek sederhana ini. Tapi anda sebelumnya harus sudah menginstall Software dari arduino-nya pada Komputer/ Laptop anda. Baiklah inilah komponen yang anda perlukan untuk membuat Proyek Blink LED :


Langkah-Langkah Membuat Rangkaian:

Penampakan 1
(klik untuk memperbesar)
Penampakan 2
(klik untuk memperbesar)
  • Susunlah resistor 220 ohm terlebih dahulu pada breadboard seperti gambar rangkaian.
  • Pasang juga 3 Led yang sudah di persiapkan sebelumnya pada breadboard. Perhatikan juga loh ploritas kaki LED. Kaki positif masing - masing LED dihubungkan  dengan Pin 4,6 dan 8, sementara kaki negatif dihubungkan ke Ground melalui resistor.
  • Gunakan kabel jumper untuk menghubungkan papan Arduino dengan breadboard.
  • Setelah semua terpasang dengan benar,hubungkan kabel USB yang terhubung pada papan arduino ke Komputer.
Program Yang Diketikan
(klik untuk melihat programnya)
  • Selanjutnya jalankan software IDE Arduino dan ketikan kode program Proyek Blink Tiga LED pada Sketch. Kemudian lalukan verifikasi program untuk  mengecek error.
  • Klink ikon Upload pada toolbar, untuk mengupload sketch ke papan Arduino. Lihat hasilnya dan perhatikan lampu lampu LED tersebut berkedip bergantian.
Selamat Proyek anda sudah berjalan dengan sukses..!!

Beberapa Jenis LED Yang Kita Kenal

Ada berbagai jenis dioda yang dibuat sesuai dengan fungsinya tanpa meninggalkan karakteristik serta spesifikasinya, seperti dioda penyearah (rectifier),dioda Emisi Cahaya (LED), dioda Zenner, dioda photo (Photo-Dioda) dan Dioda Varactor.

  • DIODA CAHAYA ( PHOTO-DIODE)
Dioda cahaya ini bekerja pada daerah reverse, jadi hanya arus bocor saja yang melewatinya. Dalam keadaan gelap, arus yang mengalir sekitar 10 A untuk dioda cahaya dengan bahan dasar germanium dan 1A untuk bahan silikon. Kuat cahaya dan temperature keliling dapat menaikkan arus bocor tersebut karena dapat mengubah nilai resistansinya dimana semakin kuat cahaya yang menyinari semakin kecil nilai resistansi dioda cahaya tersebut. Penggunaan dioda cahaya diantaranya adalah sebagai sensor dalam pembacaan pita data berlubang (Punch Tape), dimana pita berlubang tersebut terletak diantara sumber cahaya dan dioda cahaya. Jika setiap lubang pita itu melewati antara tadi, maka cahaya yang memasuki lubang tersebut akan diterima oleh dioda cahaya dan diubah dalam bentuk signal listrik. Sedangkan penggunaan lainnya adalah dalam alat pengukur kuat cahaya (Lux-Meter), dimana dalam keadaan gelap resistansi dioda cahaya ini tinggi sedangkan jika disinari cahaya akan berubah rendah. Selain itu banyak juga dioda cahaya ini digunakan sebagai sensor sistem pengaman (security)misal dalam penggunaan alarm.

  • DIODA EMISI CAHAYA ( LIGHT EMITTING DIODE ) 
Dioda Emisi
Dioda emisi cahaya atau dikenal dengan singkatan LED merupakan Solid State Lamp yang merupakan piranti elektronik gabungan antara elektronik dengan optik, sehingga dikategorikan pada keluarga “Optoelectronic”. Sedangkan elektroda-elektrodanya sama seperti dioda lainnya, yaitu anoda (+) dan Katoda (-).Ada tiga kategori umum penggunaan LED, yaitu :
- Sebagai lampu indikator,
- Untuk transmisi sinyal cahaya yang dimodulasikan dalam suatu jarak tertentu,
- Sebagai penggandeng rangkaian elektronik yang terisolir secara total. Simbol,
bangun fisiknya dan konstruksinya diperlihatkan pada gambar berikut.

Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan LED adalah bahan Galium Arsenida (GaAs) atau Galium Arsenida Phospida (GaAsP) atau juga Galium Phospida (GaP), bahan-bahan ini memancarkan cahaya dengan warna yang berbeda-beda. Bahan GaAs memancarkan cahaya infra-merah, Bahan GaAsP memancarkan cahaya merah atau kuning, sedangkan bahan GaP memancarkan cahaya merah atau hijau.
Seperti halnya piranti elektronik lainnya , LED mempunyai nilai besaran terbatas dimana tegangan majunya dibedakan atas jenis warna.

  • DIODA PENYEARAH (RECTIFIER)
Dioda penyearah adalah jenis dioda yang terbuat dari bahan Silikon yang berfungsi sebagai penyearah tegangan / arus dari arus bolak-balik (ac) ke arus searah (dc) atau mengubah arus ac menjadi dc. Secara umum dioda ini disimbolnya.

  • DIODA ZENER 
Dioda Zener
Dioda Zener merupakan dioda junction P dan N yang terbuat dari bahan dasar silikon. Dioda ini dikenal juga sebagai Voltage Regulation Diode yang bekerja pada daerah reverse (kuadran III). Potensial dioda zener berkisar mulai 2,4 sampai 200 volt dengan disipasi daya dari ¼ hingga 50 watt.
Fenomena tegangan breakdown dioda ini menginspirasi pembuatan komponen elektronika kerabat dioda yang bernama Zener. Tidak ada perbedaan struktur dasar dari Zener dengan dioda. Dengan memberi jumlah doping yang lebih banyak pada sambungan P dan N, ternyata tegangan breakdown dioda bisa makin cepat tercapai. Jika pada dioda biasanya baru terjadi breakdown pada tegangan ratusan volt, pada Zener bisa terjadi pada angka puluhan dan satuan volt. Di datasheet ada Zener yang memiliki tegangan Vz sebesar 2 volt, 5.6 volt dan sebagainya. Fungsi dari komponen ini biasanya dipakai untuk pengamanan rangkaian setelah tegangan Zener.

  • DIODA VARACTOR
Dioda Varactor
Dioda Varactor disebut juga sebagai dioda kapasitas yang sifatnya mempunyai kapasitas yang berubah-ubah jika diberikan tegangan. Dioda ini bekerja didaerah reverse mirip dioda Zener. Bahan dasar pembuatan dioda varactor ini adalah silikon dimana dioda ini sifat kapasitansinya tergantung pada tegangan yang diberikan padanya. Jika tegangan tegangannya semakin naik, kapasitasnya akan turun. Dioda varikap banyak digunakan pada pesawat penerima radio dan televisi di bagian pengaturan suara (Audio).
  • DIODA SCHOTTKY (SCR)

DIODA SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate(G).SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.
DIODA SCR

Mengenal Sekilas Mikrokontroler Arduino Uno-R3

Arduino adalah kit elektronik atau papan rangkaian elektronik open source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu sebuah chip mikrokontroler dengan jenis AVR dari perusahaan Atmel (Hardi Santosa,2012 ). Chip atau IC (integrated circuit) dapat diprogram menggunakan komputer. Tujuan menanamkan program pada mikrokontroler adalah agar rangkaian elektronik dapat membaca input, memproses input tersebut dan kemudian menghasilkan output sesuai yang diinginkan. Jadi mikrokontroler bertugas sebagai ‘otak’ yang mengendalikan input, proses dan output sebuah rangkaian elektronik.

Arduino Uno-R3
Skema Arduino Uno-R3

Beberapa kelebihan menggunakan Arduino : 

  • Sudah memiliki sarana komunikasi USB, sehingga pengguna Laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakan nya.

  • Bahasa pemrograman relatif mudah karena software Arduino dilengkapi dengan kumpulan library yang cukup lengkap.

  • Memiliki modul siap pakai (shield) yang bisa ditancapkan pada board Arduino. Misalnya shield GPS, Ethernet, SD Card, dll.

Shield untuk Xbee biasa digunakan untuk Wirreles, entr ane kasih postingan gmana cara mengunakan Xbee untuk Arduino cuma masih ama dosen ane. hehehe. Untuk Bahasa Arduino adalah bahasa C. Tetapi bahasa ini sudah dipermudah menggunakan fungsi-fungsi yang sederhana sehingga pemula pun bisa mempelajarinya dengan cukup mudah. Untuk membuat program dan mengupload ke dalam board Arduino, membutuhkan software Arduino IDE (Integrated Development Enviroment) yang bisa di download gratis di http://arduino.cc/en/Main/Software.

Jadi jangan heran ketika membeli board arduino kok gak ada Cd di dalamnya, karena Arduino sendiri bersifat Open Source maka software dan semua kelengkapan seperti Driver ada di Website resmi arduino, jadi ya harus download dulu di internet.

Dalam Board Arduino sendiri secara sederhana terdiri dari beberapa bagian, yaiu :

A. Soket USB
Soket USB adalah soket untuk kabel USB yang disambungkan ke komputer atau laptop. Berfungsi untuk mengirimkan program ke Arduino dan juga sebagai port komunikasi serial. (Hardi Santosa,2012 )

B. Input / Output Digital
Input/Output Digital atau digital pin adalah pin-pin untuk menghubungkan Arduino dengan komponen atau rangkaian digital. Misalnya kalau ingin membuat LED berkedip, LED tersebut bisa dipasang pada salah satu pin I/O digital dan ground. Komponen lain yang menghasilkan output digital atau menerima input digital bisa disambungkan ke pin-pin ini.

C. Input Analog
Input Analog atau analog pin adalah pin-pin yang berfungsi untuk menerima sinyal dari komponen atau rangkaian analog. Misalnya dari potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dsb.

D. Catu Daya
Pin-pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau rangkaian yang dihubungkan dengan Arduino. Pada bagian catu daya ini terdapat juga pin Vin dan Reset. Vin digunakan untuk memberikan tegangan langsung kepada Arduino tanpa melalui tegangan USB atau adaptor. Reset adalah pin untuk memberikan sinyal reset melaui tombol atau rangkaian eksternal.

E. Baterai / Adaptor
Soket baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai Arduino dengan tegangan dari baterai/adaptor 9V pada saat Arduino sedang tidak disambungkan ke komputer. Kalau Arduino sedang disambungkan ke komputer melalui USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, jadi tidak perlu memasang baterai/adaptor saat memprogram Arduino.

Arduino Uno-R3
Arduino Uno-R3